Netizen Indonesia Amat Kecewa Jordi Amat Ke JDT, Lancar Petisyen Desak Kerajaan Batalkan Naturalisasi

Jordi Amat sudah sah menyertai pasukan Liga Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT). Bagaimanapun, keputusan Jordi menyertai JDT dan Liga Malaysia sangat mengecewakan ramai peminat Indonesia yang menganggap ianya tidak cukup mendonia.

Mereka menganggap tindakan Jordi Amat memilih JDT dan bermain di Liga Malaysia sebagai langkah ke belakang dalam kariernya. Mereka memandang rendah kualiti Liga Malaysia dan JDT. Kerana bagi mereka, Jordi Amat diberikan status naturalisasi kerana dia bermain di Eropah.

Seperti yang diketahui, proses naturalisasi pemain yang kini berusia 30 tahun itu masih diproses bersama pemain lain, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh.

Jadi mereka kemudian meminta PSSI dan kerajaan Indonesia membatalkan sahaja proses naturalisasi itu kerana menurut mereka merugikan.

Keputusan pemain kelahiran Sepanyol itu menyertai pasukan gergasi Malaysia itu melahirkan kekecewaan yang mendalam daripada netizen. Mereka melancarkan kempen #stayeuropa #Amatkecewa di alam maya.

Lebih-lebih lagi, pemain yang bermain sebagai bek tengah itu menolak tawaran dari Eropah termasuk pasukan gergasi Greece, Panathinaikos.

Terbaru, netizen membuat satu petisyen dengan kempen: “Batalkan Naturalisasi Jordi! Amat” di change.org.

Ketika artikel ini ditulis pada pagi pagi buta, petisyen tersebut mengumpul sekitar 13.9k tandatangan.

Antara komen netizen Indonesia:“JDT dan Jordi Amat sengaja menggunakan pasport Indonesia untuk mengisi slot pemain asing ASEAN, bermakna Jordi Amat menggunakan naturalisasi sebagai kepentingan peribadi,” tulis Garuda Revolution di platform change.org.

Selain itu, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda turut setuju dengan cadangan membatalkan naturalisasi pemain kelahiran Sepanyol itu.

“Saya sebenarnya tidak setuju dengan soal naturalisasi sejak awal, terutama dalam bola sepak. Kedinamikan Jordi Amat semakin menguatkan ketidaksetujuan saya,” kata Syaiful ketika dihubungi

Jordi Amat juga telah menjelaskan keputusannya untuk menyertai JDT. Pemain yang bermain sebagai pertahanan tengah itu berkata, dia tidak berhasrat untuk menggunakan naturalisasi sebagai batu loncatan untuk menyertai kelab Malaysia itu.

Menerusi IGnya, Jordi Amat menulis:

“Halo semua follower yang saya hormati. Saya membuat pernyataan ini untuk menjelaskan bahawa mengapa saya memilih JDT sebagai tim baru saya.”

“Hal pertama yang ingin saya klarifikasi adalah semua tuduhan yang salah terhadap saya, yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan paspor Indonesia hanya untuk bisa bermain sebagai kuota Asia di tim baru saya JDT.”

“Saya ingin semua orang tahu bahwa sebelum saya mengambil keputusan ini, saya juga mendapatkan beberapa tawaran dari beborapa Liga-Liga kuat dari negara lainnya. Saya bergabung dengan JDT bukan karena uang semata, alasan saya bergabung dengan Johor adalah berdasarkan usaha saya beradaptasi di Asia, karena kedekatan dengan Indonesia dan juga saya memungkinkan untuk lanjut berkompotisi di level tertinggi sepak bola Asia, karena JDT bersaing di ACL, Asian Champions League.”

“Johor hanya 2 jam perjalanan dari Indonesia menggunakan pesawat terbang, dan klub sepak bolanya masih bersaing di 16 besar [last 16] Asian Champions League. Dengan undangan dari TMJ , saya bisa mengunjungi semua fasilitas mereka, dan saya bisa jamin kepada teman-teman semua bahwa fasilitas seperti ini belum saya pernah temui pada tim tim saya sebelumnya. ”

“Teman-teman dan bekas kolega [rakan sepasukan] saya di Asia juga memberikan pendapat untuk bergabung dengan JDT, oleh karena semua saran dan pendapat ini akhirnya saya putuskan untuk bergabung dengan Johor.”

“Saya juga ingin menginformasikan bahwa nenek saya lahir, besar dan tinggal di Makassar, Indonesia, dimana saya masih punya keluarga disana, saya sangat bangga bisa membela tim nasional Indonesia, dengan tujuan saya adalah membantu tim nasional dengan kerja keras dan pengalaman saya serta semua itu akan saya usahakan untuk membuat kalian bangga akan pencapaian kita di masa yang akan datang.”

“Saya harap teman-teman semua menghormati keputusan saya, saya meninggalkan eropa, keluarga dan teman-teman. Saya rasa saya sudah melakukan hal yang benar terhadap perjalanan baru sepakbola dalam hidup saya.”

Ada juga mempersoalkan bagaimana JDT boleh mendaftarkan Jordi Amat dalam kuota Asean? Lalu ada peminat JDT menjelaskan bahawa, buat masa ini, Jordi Amat masih boleh dikira sebagai pemain kuota import terbuka memandangkan Mauricio rasmi meninggalkan kelab.

Selepas segala proses naturalisasi selesai kelak, dia boleh didaftarkan sebagai kuota Asean.